“CINTA TAK HARUS MEMILIKI”
Dia bukan matahari
Tapi menghangatkanku
Dia bukanlah pelangi
Tapi mewarnai hidupku
Dan dia juga bukanlah bulan yang setia menemani malam-malamku
Dia hanyalah insan ciptaan Tuhan yang selalu mengusik benak fikiranku
Bibirnya yang mungil serta bentuk gigi yang agak gingsul seragam dengan bulu mata hitam mencolok berpadu dengan hidung yang mancung dan wajah yang manis membuat setiap detikku tak pernah lepas tuk memikirkannya. Mungkin dalam hati pujaan hatilah kata yang pantas disandangnya.
Bel -pun berbunyi waktu mengerjakan ujian mid semester 2 telah usai. Aku pun beranjak pergi dari tempat duduk dan keluar dengan kertas penuh dengan coret-coretan untuk ku serahkan kepada pengawas,belum sampai di luar tiba-tiba pandangan mataku terhipnotis oleh senyuman manis seorang siswi yang duduk di depan kelas itu. Ku terkesima pada senyumannya,ku terpesona pada pandangan pertamanya. Dia bagaikan hantu yang terus menghantuiku. Sedetik ku coba melupakanya namun ku tak bisa.
Jantung-pun berdetak kencang dan ku merasa nyaman di setiap kali ku dekat dengannya. Mengapa perasaan malu selalu menyelimutiku? Hati slalu ingin berkata tapi mulut tak mampu bicara. Di saat dia pergi, mengapa rasa nyaman berubah menjadi penyesalan resah, gelisah-pun terus menghantuiku. Kini hanyalah bayangan dan angan-angan yang selalu setia menemani hatiku. Bagiku ngelamun adalah suatu hal yang paling ku benci karna tak akan mampu merubah situasi dan kondisi bila tanpa dijalani tapi Kini bersemi menjadi tradisi.
Senja kini berganti malam dan di setiap malam aku tak pernah lepas memikirkannya yang kemudian di setiap ku memikirkannya, mengapa slalu terbawa dalam mimpi,,,,mimpi dan mimpi,,,
Apa mungkin inilah yang di sebut dengan cinta??? meskipun ku tahu bahwa cinta itu buta, tapi cinta bisa memilih tanpa harus melihat bagi siapa yang dicintainya.
“Aku harus mengenalnya”
Begitulah kata-kata yang terus-menerus memaksa hatiku untuk melakukannya.
Sebagai tahap awal kucoba mencari informasi tentang dirinya ku berusaha tuk mengenalnya, yang kemudian ku titipkan salam lewat teman sekelasnya.
Walau nitip salam bukanlah suatu langkah yang cepat untuk mengenalinya, akan tetapi bagiku merupakan sebuah isyarat untuk berkenalan. Disamping itu, aku ngak mau semua ini terjadi begitu cepat aku juga gak ingin semua ini terlambat.
Biarlah waktu yang kan menjawab semuanya dan semua itu biarlah berjalan apa adanya.
Ku menunggu dan tetap menunggu balasan salam darinya, tetapi diwaktu ku menunggu, hati ku berbisik “mengapa kau abaikan salam ku ???
“Apa kau merasa hina tuk mengenalku….???”
Semakin ku ingin mengenalmu semakin jauh pula kau pergi dari ku,
Semakin aku mencintaimu semakin pula aku harus menahan perih rasa sakit hati karna mu,
Tapi ku tetap bertahan satu cinta
“C I N T A”
Beberapa macam cara telah ku coba, berbagai rintangan telah ku lewati, jalan yang terjal-pun ku daki, Hari demi hari silir berganti minggu bertemu minggu, tetap ku menunggu hingga dua setengah bulan telah berlalu,
Semua pengorbananku pun tak sia-sia maka keberhasilanlah yang ku dapati.
Pameran acara rutin tiap tahunan yang makin dahsyat aja merupakan momok terindah dalam dunia asmaraku…..!!!!
Ku langkahkan kaki dari depan kelasku dan pergi menuju keramaian pameran, sesampainya disitu pandangan mataku tertuju pada bangunan-bangunan rumah bamboo kecil mirip gubuk yang dipenuhi dengan berbagai macam kreasi anak-anak. Ku masih berusaha mencari-cari pujaan hati yang telah lama menghilang.
Target pun ku dapatkan dengan hati deg-degkan bagai benderang mau perang, ku beranikan diri tuk menemuinya karna bagiku ini merupakan kesempatan terahir yang tak akan pernah terulang lagi.
Langkah demi langkah mataku slalu tertuju olehnya, ku menemuinya dan ku coba merangkai kata demi kata, dengan suara agak gugup dan pandangan mataku yang sayup ku menatap parasnya yang manis itu.
Ku tersenyum……..dia pun balas senyum,,,,,,
Hatiku bergetar dan berbisik,
“Ya Allah sungguh besar kuasa-Mu,”
“Engkau ciptakan makhluk di dunia ini dengan berpasang-pasangan,”
“Engkau atur setiap jodohnya,”
“Engkau pun taburi semua itu dengan benih-benih cinta,“
Maka Ya Allah,,,!!!
“jangan Engkau jadikan cintaku ini melebihi cintaku padamu.”
“jangan Engkau jadikan nikmat-Mu ini melebihi nikmatku bersujud pada-Mu.” dan
“jangan pula Engkau jadikan senyum ini sebagai pengumbar nafsuku, Amien……..!!!!!!”
Ku menolehkan kepala dan mengajak dia pergi menjauh dari keramaian yang kemudian aku-pun mencari tempat yang pas dan cocok untuk ngomong dengannya,
Di depan kelaslah ku duduk dan ngobrol dengannya layaknya adik dan sang kakak. Hingga selesai-pun aku tak pernah berhenti bercanda tawa dengannya.
Sedikit beban dalam hatiku menghilang yang kemudian hatiku ditumbuh-tumbuhi oleh bunga-bunga yang bermekaran, hingga ku tak percaya atas semua kenyataan ini, sebab semua ini biasa terjadi hanyalah dalam angan dan mimpi…..
Tiga hari PDKT dengannya mungkin waktu yang belum cukup untuk mengetahui kecocokan dan karakter masing-masing,
Namun nafsu telah menahkodaiku hati yang selalu tergesa-gesa dan terburu-buru membuat diriku mencoba untuk memilikinya, mulut boleh bicara tapi hati tidak bisa dibohongi, ku bulatkan tekat dan kupersiapkan mental dan waktu yang tepat untuk nyatakan cinta,,,,,
Pagi itu cahaya matahari bersinar begitu cerah, secerah asa dalam nyaliku, panas terik matahari yang bersinar sepanas bara cintaku yang mengebu.
ku melihat kerumunan anak-anak yang lagi sibuk mempesiapkan aksesoris-aksesoris di stand masing-masing.
Pengunjung dari SD, SMP, MA-pun berdatangan untuk menikmati acara tersebut, acara yang di isi oleh band-band local dari kelas tiga maupun dari anak-anak OSIS berlangsung cukup meriah,
Seperti biasa ku menemuinya dan duduk-duduk bareng,
aku-pun tak mampu menahan rasa cinta yang terus membara dalam hati ku slama ini. Aku tak kuasa untuk terus memendamnya, hingga akhirnya ku curahkan segala angan dan isi hati tentang perasaanku padanya,,,,
Ku tak menyadari…, wajahnya yang slalu senyum dan ceria kini tampak pucat dan lemas,,, aku bingung tak sepatah kata-pun trucap olehnya,,,,,
Ku bertanya apa penyebabnya,,,???? Namun dia tetap diam dan terus diam..,
Beberapa menit kemudian tiba-tiba dia merundukkan kepala di hadapanku dengan bahasa tubuh yang gugup, ku dengar rintihan kata demi kata “aku juga sayang sama kakak tapi kak..!!! seseorang disana telah memilikiku,” sejenak ku terdiam dan membisu, tadi hatiku dipenuhi taman bunga dan pepohonan yang rindang, kini bersemi menjadi padang pasir tandus yang satu kehidupan-pun tak mampu untuk bertahan hidup, tak terasa butiran-butiran air mataku terjatuh,
Ku tarik nafas dalam-dalam dan ku usap air mata dari kedua pipiku seraya berkata “ya udahlah dek cinta biasanya datang dengan kebahagiaan akan tetapi terkadang cinta juga datang dengan penderitaan…..”
“Maaf ya kak,,,,?? Adik nggak bisa nerima semua kenyataan ne…”
“He’em dek kakak tahu cinta itu tak harus memiliki.”
Pesan cinta:
“Kita harus merelakan sesuatu yang bukan milik kita. Itulah CINTA terkadang membuat kita bahagia tetapi disisi lain cinta terkadang juga membuat kita terluka”
By : Misb@H_Najh


cinta itu ibarat mendaki gunung bnyak rintangan dan harus da pengorbanan yang besar
BalasHapusgood.....
BalasHapusupdate terus postingannya.......:)